Assalamualaikum semua !

Pada zaman ini berbagai penyakit semakin merebak. Bahkan beberapa penyakit tidak mampu lagi ditangani oleh doktor dan belum ditemukan penyembuhnya. Namun biasakah kita dengar: “Allah tidak menciptakan suatu penyakit, melainkan ada ubatnya.” Namun ubat tersebut belum diketahui, kerana suatu hikmah tertentu yang dikehendaki oleh Allah.

Mungkin penyebab utama banyaknya penyakit adalah banyaknya kemaksiatan dan dilakukan dengan terang-terangan tanpa segan silu. Kemaksiatan yang menyebar ditengah masyarakat dapat membinasakan mereka. Allah berfirman yang bermaksud:

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri” (Asy-Sura: 30)

Diantara hikmah penyakit yang diderita seorang hamba adalah sebagai ujian dari Allah kepadanya, dunia adalah tempat berseminya berbagai musibah, kesedihan, kepedihan dan penyakit.

Ketika saya melihat orang sakit berlawan dengan rasa sakitnya dan menyaksikan orang yang meminta pertolongan dengan menahan rasa perihnya, mereka telah melakukan berbagai macam ikhtiar namun mereka melewatkan sebab penyembuhan yang hakikatnya dari Allah. Maka saya tergerak menulis untuk semua orang yang sedang sakit, agar rasa duka dan sedihnya lenyap, dan penyakitnya dapat terubati.

Wahai anda yang sedang sakit menahan lara, yang sedang gelisah menanggung duka, yang tertimpa musibah dan bala, Semoga keselamatan selalu tercurah kepadamu, sebanyak kesedihan yang menimpamu, sebanyak duka nestapa yang kau rasakan.

Penyakitmu telah memutuskan hubunganmu dengan manusia, menggantikan kesehatanmu dengan penderitaan. Orang lain tertawa sedang engkau menangis. Sakitmu tidak kunjung reda, tidurmu tidak nyenyak, engkau berharap kesembuhan walau harus membayar dengan semua yang engkau punya.

Saudaraku yang sedang sakit! Saya tidak ingin memperparahkan lukamu, namun saya akan memberimu ubat mujarab dan membuatmu terlepas dari derita yang bertahun tahun. Ubat ini didapat dari sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:

“Ubatilah orang yang sakit diantara kalian dengan sedekah” (Hadith Dihasankan oleh syaikh Albani dalam Shahihul Jami’)

Benar saudaraku, ubatnya adalah sedekah dengan niat mencari kesembuhan. Mungkin engkau telah banyak sedekah, namun tidak engkau niatkan agar Allah menyembuhkanmu dari penyakit yang engkau derita. Cubalah sekarang dan hendaknya engkau yakin bahawasanya Allah akan menyembuhkanmu. Berilah makan orang fakir, atau tanggunglah beban anak yatim, atau wakafkanlah hartamu, atau keluarkanlah sedekah jariahmu. Sungguh sedekah dapat menghilangkan penyakit dan kesulitan, musibah atau cobaan. Mereka dari hamba Allah yang diberi taufik telah mencuba resepi ini. Akhirnya mereka mendapatkan ubat ruhiyah (iman) yang lebih mujarab dari ubat jasmani. Rasulullah SAW juga mengubati dengan ubat ruhiyah sekaligus ubat ilahiyah. Para salafus soleh juga mengeluarkan sedekah yang sepadan dengan penyakit dan musibah yang menimpa mereka. Mereka mengeluarkan harta mereka yang paling mereka cintai. Jangan kedekut untuk dirimu sendiri, jika engkau memang memiliki harta dan kemudahan. Inilah kesempatannya telah datang.

Telah dikisahkan bahawa Abdullah bin Mubarak pernah ditanya oleh seorang lelaki tentang penyakit yang menimpa lututnya semenjak tujuh tahun. Ia telah mengubati lututnya dengan berbagai macam ubat. Ia telah bertanya pada para tabib, namun tidak menghasilkan apa-apa kesan. Ibnul Mubarak pun berkata kepadanya, “Pergilah dan buatkanlah satu telaga, kerana manusia sedang memerlukan air. Saya berharap akan ada mata air dalam telaga yang engkau gali dan dapat menyembuhkan sakit di lututmu. Lelaki itu lalu menggali sebuah telaga dan akhirnya dia pun sembuh”. (Kisah ini terdapat dalam Shahihut Targhib).

Ada juga kisah lain, seorang lelaki pernah ditimpa penyakit kanser. Ia lalu mencari ubat keliling dunia, namun ia tidak mendapatkannya. Ia kemudian bersedekah pada seorang janda yang memiliki anak-anak yatim dan Allah pun menyembuhkannya.

Kisah lain, orang yang mengalami kisah ini menceritakan kepadaku, ia berkisah, “Anak perempuan saya yang masih kecil tertimpa penyakit di kerongkongnya. Saya membawanya ke beberapa klinik dan hospital. Saya menceritakan penyakitnya kepada ramai doktor, namun tidak ada hasilnya. Dia belum juga sembuh, bahkan sakitnya tambah parah. Hampir saja saya ikut jatuh sakit kerana sakit anak perempuan saya yang mengundang hiba semua ahli keluarga. Akhirnya doktor memberinya suntikan untuk mengurangi rasa sakit, hingga kami putus asa dari semuanya kecuali dari rahmat Allah SWT. Hal itu berlangsung sampai datangnya sebuah harapan dan dibukanya pintu kelapangan. Seorang soleh menghubungi saya dan menyampaikan sebuah hadith Rasulullah SAW yang bermaksud: “Ubatilah orang sakit diantara kalian dengan sedekah” (Dihasankan oleh Albani dalam Shahihul Jami’). Saya berkata, “Saya telah banyak bersedekah”. Ia pun menjawab, “Bersedekahlah kali ini dengan niat untuk kesembuhan anak perempuanmu”. Saya pun kemudian mengeluarkan sedekah untuk seorang fakir, namun tidak ada perubahan. Saya kemudian mengabarinya dan ia berkata, “Engkau adalah seorang yang banyak mendapatkan nikmat dan kurniaan dari Allah, hendaknya engkau bersedekah sebanding dengan banyaknya hartamu”. Sayapun pergi pada kesempatan kedua, saya penuhi kenderaan saya dengan beras, daging ayam dan bahan-bahan dapur dan makanan lainnya dengan menghabiskan wang yang cukup banyak. Saya lalu membahagikannya kepada orang-orang yang memerlukan dan mereka senang dengan sedekah saya. Demi Allah saya tidak pernah menyangka bahawa setelah saya mengeluarkan sedekah itu anak saya tidak perlu disuntik lagi, anak saya sembuh sepenuhnya Walhamdulillah. Saya yakin bahawa faktor (yang menjadi sebab) paling besar yang dapat menyembuhkan penyakit adalah sedekah. Sekarang sudah berlalu tiga tahun, dia tidak merasakan penyakit apapun. Semenjak itu saya banyak mengeluarkan sedekah khususnya berupa wakaf. Setiap saat saya merasakan hidup penuh kenikmatan, keberkahan, dan sehat sejahtera baik pada diri peribadi mahupun keluarga saya.

Saya mewasiatkan kepada semua orang sakit agar bersedekah dengan harta mereka yang paling mereka cintai, dan mengeluarkan sedekah terus menerus, nescaya Allah akan menyembuhkannya walaupun hanya sebahagian penyakit. Saya yakin kepada Allah dengan apa yang saya ceritakan. Sungguh Allah tidak melalaikan balasan untuk orang yang berbuat baik.

Kisah lainnya, diceritakan oleh pelakunya sendiri. Ia berkata, “Saudara lelaki saya pernah pergi ke suatu tempat. Ditengah jalan ia berhenti. Sebelumnya ia tidak pernah mengeluh sakit apapun. Pada saat itu tiba-tiba ia jatuh pengsan, seolah-olah peluru menembus kepalanya. Kami mengira ia tertimpa al-‘ain (sakit kerana pengaruh mata dengki seseorang) atau kanser atau saluran darah tersumbat. Kami lalu membawanya ke berbagai klinik dan hospital. Kami melakukan berbagai macam pemeriksaan. Hasilnya, kepalanya normal sahaja, namun ia mengeluh sakit yang membuatnya dia tidak boleh berbaring. Juga tidak boleh tidur dan hal ini berlangsung dalam tempoh masa yang lama. Bahkan jika sakitnya parah, ia tidak mampu bernafas apalagi berbicara.

Saya lalu bertanya kepadanya, “Apakah engkau mempunyai harta yang boleh kami sedekahkan? Semoga Allah menyembuhkanmu”. Ia menjawab, “Ada”. Lalu ia memberiku kad ATM dan aku keluarkan wang tersebut sekitar 5000 riyal (Sekitar RM4,300). Setelah itu saya menghubungi salah seorang yang soleh yang mengenali beberapa orang fakir, agar ia membagikan wang tersebut kepada mereka. Saya bersumpah demi Allah yang maha mulia, saudara saya sembuh dari sakitnya pada hari itu juga, sebelum orang-orang fakir itu menerima harta sedekah tersebut. Saya benar-benar yakin bahwa sedekah mempunyai pengaruh yang besar bagi kesembuhan penyakit seseorang. Sekarang sudah berlalu satu tahun, ia sama sekali tidak mengeluhkan sakit di kepalanya lagi, alhamdulillah. Dan saya wasiatkan kepada kaum muslilimin agar mengubati penyakit mereka dengan sedekah.

Berikut kisah lainnya, pelakunya sendiri yang menceritakan kisah ini. Ia berkata, “Anak perempuan saya menderita sakit demam dan panas. Ia tidak mahu makan. Saya membawanya ke beberapa klinik, namun panasnya masih tinggi dan keadaannya semakin memburuk. Saya masuk rumah dengan gelisah. Saya bingung apa yang harus saya perbuat. Isteri saya berkata, “Kita akan bersedekah untuknya”. Saya lalu menghubungi seseorang yang mengenal orang-orang miskin. Saya berkata kepadanya, “Saya harap anda datang solat bersama saya di masjid. Ambillah dua puluh kantong beras dan dua puluh kotak ayam di tempat saya, lalu bahagikanlah kepada orang-orang yang memerlukan”. Saya bersumpah demi Allah dan saya tidak melebih-lebihkan cerita, lima minit setelah saya menutup telefon, tiba-tiba saya melihat anak saya menggerak-gerakkan kaki dan tangannya, bermain dan melompat diatas tempat tidur. Ia pun makan hingga kenyang dan sembuh sepenuhnya. Ini semua berkat kurniaan Allah SWT kemudian sebab sedekah. Saya wasiatkan semua orang untuk mengeluarkan sedekah ketika tertimpa penyakit”.

Marilah saudaraku, pintu telah terbuka, tanda kesembuhan telah jelas di depanmu. Bersedekahlah dengan bersungguh-sungguh dan percayalah kepada Allah SWT. Jangan seperti orang yang melalaikan resepi yang mujarab ini, hingga ia tidak mengeluarkan sebagian hartanya untuk bersedekah lagi. Padahal bertahun-tahun dia menderita sakit dan mundar mandir ke doktor untuk mengubati penyakitnya, dengan membelanjakan banyak wang dari poketnya.

Jika engkau telah mencuba resepi ini dan engkau sembuh, jadilah orang yang selalu menolong orang lain dengan harta dan usahamu. Jangan engkau membatasi diri dengan sedekah untuk dirimu sendiri, namun ubatilah penyakit orang-orang yang sakit dari keluargama dengan sedekah. Jika engkau tidak sembuh sepenuhnya, ketahuilah engkau sebenarnya telah disembuhkan walau sedikit. Keluarkanlah sedekah lagi, perbanyak sedekah semampumu. Jika engkau masih belum sembuh, mungkin Allah SWT memperpanjangkan sakitmu untuk sebuah hikmah yang dikehendakiNya atau kerana kemaksiatan yang menghalangi kesembuhanmu. Jika demikian cepatlah bertaubat dan perbanyakkan doa di sepertiga malam terakhir.

Sedangkan bagi anda yang diberikan nikmat sihat oleh Allah SWT, jangan tinggalkan sedekah dengan alasan engkau sedang sihat. Seperti halnya orang yang sakit akan sembuh maka orang sihat pun boleh sakit. Sebuah pepatah mengatakan, “Mencegah lebih baik dari mengubati”.

Sumber:
Kerajaan Saudi Arabia – Riyadh
Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah
1430 H – 2009 M

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s